jejalan yuk

masjid baiturrahman

Aceh Yang Menggoda

3 Comments

Ketika pesawat saya mendarat waktu sudah menunjukkan pukul 11 lewat. Yap siang itu adalah pertama  kalinya saya menginjakkan kaki di tanah Serambi mekah. Cuaca cukup cerah, walau dikejauhan terlihat awan abu-abu bergerak lambat, entah kearah mana. Hehe saya masih disorient arah ketika pertama kali sampai. Ketika sampainya di gedung utama bandara Sultan iskandar muda, handphone saya nyalakan. Beberapa pesan masuk kedalam Inbox. Salah satunya terdapat pesan dari seorang sahabat, isinya untuk menghubunginya ketika saya sudah mendarat. Sayapun segera menghubungi Ferzya, sahabat saya yang tinggal di Banda Aceh.

Namun saya lupa kalau walaupun berdarah Aceh tetapi Ferzya besar di Jawa, jadi belum terlalu tahu banyak juga soal Aceh. Akhirnya setelah saya hubungi, dia ngasih kontak temannya, dikenalkanlah saya dengan Adun. Bersama pemuda asal Lampuuk inilah saya akan mencoba mengeksplorasi Aceh.  Belakangan saya baru tahu ternyata Adun itu dalam bahasa Aceh sama saja dengan Kakak atau Abang :D.

masjid baiturrahman

masjid baiturrahman

Dalam kunjungan yang hanya beberapa hari tersebut, saya ditemani Adun berkeliling ke tempat-tempat yang menarik dengan motornya. Agak disayangkan kunjungan saya kesana memang ketika masih dipertengahan musim hujan. Sehingga beberapa kali kami sering dipaksa berteduh, karena tiba-tiba hujan lebat datang menghampiri. Tetapi asyiknya selalu ada kopi panas yang tersaji disetiap lokasi kami berteduh. Ya seolah warung kopi tersebar merata keseluruh pelosok Aceh. Hehe, mungkin saya terlalu berlebihan, karena yang saya kunjungi hanya sekitaran Banda Aceh dan sebagian Aceh Besar, ya adalah juga waktu sehari saya sempet mengunjungi Iboih di Sabang. Tetapi mungkin itu benar saja. Aceh adalah ibu kotanya Kopi Indonesia, bahkan mungkin dunia. Starbuks, gerai kopi yang terkenal itu saja membeli bahan baku hingga puluhan ribu ton kopi Sumatra (Gayo) tiap tahunnya. Wajar saya ada teori dikalangan peneliti kopi, semakin tinggi lokasi kopi tumbuh, maka semakin harum/bagus kualitasnya. Takengon  (gayo) adalah dataran tinggi di Aceh yang sejak dulu kala terkenal sebagai penghasil kopi kualitas utama.

Perbukitan Yang Cantik

Perbukitan Yang Cantik  di Aceh Besar

Dikunjungan tersebut saya mencoba memaksimalkan waktu yang terbatas tersebut untuk mengenali potensi wilayah di Aceh, dan  mengabadikannya melalui foto dan beberapa footages video (silahkan melihat gallery). Namun akhirnya saya hanya mampu merekam keindahan alamnya saja, beberapa festival budaya juga sudah lewat masanya, sehingga tidak ada satupun yang dapat saya abadikan.

Sekembalinya dari sana ada satu hal yang sedikit mengganjal, setidaknya minimal saya ingin tahu lebih dalam tentang dibalik budaya minum kopi  orang Aceh. Mengingat begitu banyaknya warung kopi disana, tentu banyak cerita budaya yang terkait dengan kopi dapat saya ketahui. Lagi-lagi waktu jugalah yang membatasi, sehingga saya hanya mampu menjadi konsumen yang menikmati kopi dari cangkir kecangkir saja, tanpa tahu terlalu banyak rahasia didalamnya. Masih banyak hal menarik lainnya di Aceh, mulai dari yang terlihat mata, berupa pemandangan alam yang tersuguh indah dan beragam rupa. Laut, pantai serta pegunungan. Itu belum termasuk kekayaan yang berupa sejarah dan budaya yang tidak ternilai harganya. Saya hanya berharap ada kesempatan kembali ke tanah rencong ini lagi untuk dapat menggali hal-hal yang terlewatkan saat itu.

Author: jeri kusumaa

Free as Freebird

3 thoughts on “Aceh Yang Menggoda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s