jejalan yuk

IMG_8248

Catatan Visual Jejalan Aceh Akhir 2012

Leave a comment

Mengawali postingan di tahun baru 2013. Maka jejalan menampilkan catatan visual untuk perjalanan akhir tahun 2012 yang menyenangkan, bertemu banyak kawan baru serta destinasi-detinasi yang menawan. Dan tentu saja kopi istimewa yang selalu tersedia menambah semangat untuk menjelajah Propinsi paling barat di Indonesia ini.

Diawali menghabiskan hari di pantai Lampuuk, pantai yang luas memanjang, dengan pasir putihnya dan deburan ombak air laut yang  bersih dan jernih. Sebuah tempat dengan pemandangan matahari tenggelam yang memanjakan mata. Posisi pantai yang tepat menghadap ke barat, membuat matahari terlihat tenggelam sempurna di ujung cakrawala Samudra Hindia.

Perjalanan kemudian berlanjut random, mulai dari destinasi populer hingga menerobos daerah dengan kondisi jalan desa yang berlumpur akibat genangan air sisa hujan. Jangan ditanya, tentu saja konturnya menjadi sangat tidak beraturan. Hal ini diperparah oleh hujan yang sesekali masih datang menyapa dan memaksa kami untuk berteduh. Untung saja saya berada di Ibukota-nya kopi Indonesia (bahkan mungkin dunia). Sehingga setiap kali kami berhenti entah karena lelah, lapar atau hujan, maka akan selalu ada warung kopi kopi Aceh yang bisa disinggahi.

Sempat pula saya menyebrang hingga ke Pulau Weh. Melalui pelabuhan Sabang saya sempat menuju tempat bernama Iboih, sebuah tempat yang sudah sangat tersohor di kalangan para pecinta laut. Waktu sehari yang tersedia rasanya tidak cukup untuk menjelajah Iboih. Butuh waktu yang lebih panjang untuk dapat menikmati terumbu karang dan keaneka ragaman biota laut yang menjadi andalan wisata bahari Iboih. Jangan datang sendirian, saya sarankan datang kesana bersama kawan, tempat yang menyenangkan untuk melakukan aktivitas berkelompok. Kecuali Anda memang berniat menyendiri disana.

Kuliner Aceh juga cukup menggelitik lidah.  Mie Aceh plus Udang menjadi santapan yang memanjakan indra pengecap saya. Kari kambing-pun demikian, dengan bumbu yang kuat, dan tekstur daging kambing yang khas, masakan ini ‘wajib’ dicoba bagi orang yang berkunjung ke Banda Aceh.

Untuk selebihnya silahkan melihat sendiri video dokumentasi perjalan saya diatas. Sebuah perjalanan singkat yang menyenangkan. Sebuah tempat yang akan membuat anda  ingin kembali kesana lagi.

Author: jeri kusumaa

Free as Freebird

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s