jejalan yuk

IMG_9038

Jember Fashion Carnaval 2012

Leave a comment

“Pertunjukan Kelas Dunia dari Kota TERBINA”

Adalah seorang Dynand Fariz yang sukses membawakan sebuah karnaval kelas dunia di kota tempat dirinya berasal. Ya Jember adalah sebuah kota kabupaten kecil di Jawa Timur  bagian selatan, di kota ini seorang Dynand Faris tumbuh dan berkembang, sebelum akhirnya sukses merintis karir didunia seni dan fashion. Beliau berhasil menjadikan Jember sebagai tempat untuk menyelenggarakan sebuah karnaval tahunan yang mampu menyedot perhatian wisatawan luas, baik domestik maupun internasional.

Hari minggu kemaren (8 Juli 2012), saya menyempatkan diri untuk melihat langsung gelaran karnaval fashion ke 11 ini, yang mengusung tema “EXTREMAGINATION”. Agar lebih leluasa dalam pengambilan dokumentasi acara, jauh-jauh hari saya sudah diberi tahu teman untuk mendaftarkan diri sebagai fotografer di website resmi panitia. Ya dengan mendaftarkan diri maka diwaktu pelaksanaan acara kita akan medapatkan Id card photografer. Dengan adanya Id card ini, akan memudahkan kita memasuki area utama karnaval ketika sudah berlangsung, termasuk juga kemudahan mengambil gambar di area persiapan rias dan make-up peserta sebelum acara dimulai.

Sebenarnya ketika menjelang hari acara berlangsung saya sedang dihujani oleh beberapa deadline kerjaan, sehingga tidak sempat untuk memesan tiket kereta api dari Surabaya menuju kota dengan selogan TERBINA (Tertib, Bersih, Indah dan Aman) tersebut. Rencana dadakan yang lain yang memungkinkan adalah berangkat dengan menggunakan Bus, mengingat rumah saya yang cukup dekat dengan terminal Purabaya. Istilahnya, tinggal meloncat langsung sampai, haha. Tetapi waktu itu saya akhirnya menghubungi Lukki terlebih dahulu, seorang sahabat baik yang juga berencana menghadiri acara ini. Ternyata lukki saat saya kontak sedang berencana pergi ke Stasiun Gubeng  untuk memesan tiket, maka tidak pake lama saya-pun meng-iyakan tawarannya untuk sekalian dibelikan tiket.

Dalam rencananya Lukki akan pergi berdua bersama Putri, seorang festival hunter handal, yang juga merupakan warga lokal Jember sendiri. Jadi ya akhirnya kita bertigalah yang berangkat di Jumat sore itu, dengan rencana utama, sabtu pagi mengambil Id Card, dan hari minggunya kita baru menyaksikan karnavalnya.  Lukki meng-infokan bahwa ada tiga orang temannya lagi yang juga menyusul untuk ikut menyaksikan acara ini, Djunet, Oot, dan Tico. Disini kebetulan Djunet dan Oot saya sudah kenal sewaktu trip di Bromo, waktu perayaan kasodo tahun lalu, sedangkan si Tico ini baru saya kenal diacara ini. Wow bakal  rame dan menyenangkan acara ini karena banyak teman-teman yang ikutan hadir menyaksikan gelaran karnaval ini. Inilah salah satu yang membuat saya suka Jejalan,  selalu menjadi wadah ketemu teman-teman baru yang satu tujuan.

Sekarang soal tempat beristirahat disana, mengingat kota Jember baru pertama kali ini saya kunjungi, tentu butuh guide lokal nan handal, untuk menjelajah kota dalam waktu kunjungan yang singkat. Pilihan saya jatuh pada sahabat lain, Arman Dhani seorang fresh graduate wartawan dari media lokal yang kerap dijuluki sebagai ‘sing nduwe Jember’ (yang punya Jember), oleh teman-teman. Dengan ditampung di Istananya yang mewah dengan puluhan kamar (baca: kost-kostan), maka terhindarlah saya dari serangan udara dingin kota Jember dikala malam menjelang. Tetapi sejujurnya saya bingung, sebenarnya saya itu ditampung di Istana atau di Perpustakaan sih? dari sudut kesudut ruangan isinya tumpukan buku, yang saya yakin 90% diantaranya belum pernah saya baca, hehe. Ya saya maklum, Dhani adalah seorang kawan yang gemar mengkoleksi buku. Dirumanya terenyata ada dua kamar penuh dengan buku ketika saya mencoba bertanya lebih jauh tentang buku koleksinya.

Reputasinya Dhani sebagai mantan wartawan lokal tak perlu diragukan lagi, orang ini kenalannya banyak, hampir disetiap tempat yang kami kunjungi banyak bertegur sapa dengan temannya. Belum lagi si Dhani hapal jalan-jalan dan sejarah sebuah bangunan tua di sudut-sudut kota Jember, orang kerenlah pokoknya, hehe. Hal tersebut benar-benar membantu saya untuk dapat mengenali dengan cepat seluk beluk kota tempat festival fashion ini  berlangsung.

Kembali ke acara Karnavalnya sendiri, acara yang di kukuhkan sebagai karnaval terbesar ke-4 dunia setelah Mardi Grass New Orleans, Rio De Jeneiro dan Fastnatch koln Jerman ini, baru dimulai sekitar pukul 12.30 minggu siang. Acara berlangsung cukup meriah, dengan mengusung tema EXTREMAGINATION, perserta dikelompokkan dalam beberapa grup dengan konsep kostum yang sama. Parade kostum yang extrem dan unik mengiasi delivile dengan jarak tempuh sekitar 3,5 KM tersebut. Setiap rombongan peserta dengan kostum satu konsep melintas di ikuti dengan sebuah mobil pick-up full dengan sound system memutar jenis musik yang menunjang dan  menghidupkan konsep kostum yang baru saja melintas di jalan. Memang ini adalah sebuah gelaran acara yang mampu membuat kota kecil Jember menjadi berwarna dan lebih semarak sehingga menarik minat wisatawan.

Hanya sedikit yang menurut saya kurang sreg dari acara ini tetapi masih dapat dimaklumi adalah konsep acara yang terpaku pada pakem fotografi. Baik pemahaman dari sudut peserta hingga panitia. Tetapi disini saya cukup maklum, mengingat id undangan yang tersedia adalah fotografer, walaupun sebenarnya diwaktu acara kemaren, saya lebih menekankan untuk mengambil video. Yang bikin kurang sreg buat videografer adalah, peserta yang sering berpose patung sehingga kurang ekspresif untuk diambil dalam format video, hanya beberapa peserta yang terlihat cukup dinamis dengan berpose dan bergerak sesuai tema kostumnya. Mungkin akan sangat berbeda dengan official videografer,  mereka lebih leluasa melintasi dan bergerak diantara peserta sehingga bisa mendapatkan sudut-sudut pengambilan gambar yang lebih menarik dan variatif.

Diluar hal tersebut sih, acaranya tetap menarik untuk dinikmati, ya semoga tahun depan ada id khusus untuk videografer, dan tentunya dengan kewenangan yang lebih fleksible. Ya tentunya dengan verifikasi khusus agar hanya benar-benar orang yang berkepentingan dengan dokumentasi video yang bisa mendapatkannya.

Sekedar informasi tambahan, pengumuman dari pagelaran Jember Fashion Carnaval kemarin, tahun depan 2013, JFC bakal digelar selama tiga hari, yakni pada tanggal 23-25 Agustus 2013.

Author: jeri kusumaa

Free as Freebird

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s