jejalan yuk

Seporsi Nasi Punel Emperan

Nasi Punel Emperan

Leave a comment

Seperti biasa ketika pikiran kalut dan suasana jenuh datang, aktivitas yang dapat saya lakukan adalah tancap gas keluar kota. Sebenarnya saya orangnya suka pantai, tapi tidak untuk kondisi seperti tempo hari. Udara gunung dan hutan sepertinya emang obat mujarab untuk meredakannya, dingin, sejuk dan suasana damai adalah yang saya cari.

Kebetulan sahabat saya adalah teman yang sangat cocok untuk diajak jalan naik gunung* dan masuk hutan. Singkat cerita setelah seharian naik gunung dan nongkrong lama di kaki gunung. lewat tengah malam kami bergegas turun kembali ke rumah sahabat saya di kota Bangil untuk beristirahat.

Seporsi Nasi Punel Emperan

Seporsi Nasi Punel Emperan

Ibu Penjual Nasi Punel Emperan

Ibu Penjual Nasi Punel Emperan

Setelah cukup beristirahat dan pagi telah menjelang, sahabat saya mengajak untuk sarapan nasi punel, nasi punel yang dipilih adalah yang lokasinya tak jauh dari depan Lembaga pemasyarakatan. Berbeda dengan nasi punel yang pernah saya coba sebelumnya, kali ini adalah nasi punel yang sepengetahuan saya merupakan satu-satunya yang dijual di emperan toko, alias kaki lima. Walaupun demikian sahabat saya menuturkan bahwa nasi punel ini adalah salah satu nasi punel yang sudah lama ada semenjak dia masih kecil. Sehingga teman saya mengkategorikan dalam istilah Nasi Punel Original, hehe. Wajar saja sih mengingat sekarang di kota sekecil Bangil ini warung yang jualan nasi punel dan cukup punya nama tidak kurang dari 7 lokasi, dan kebanyakan dari mereka adalah warung atau depot yang baru saja dibuka.

Sebagai bukti ucapan teman saya tadi adalah pembeli yang kebetulan makan bersama dengan kami adalah nenek-nenek yang merupakan langganan setia sejak jaman dahulu. Perhatian saya sejenak tertahan ketika mengamati sekelompok nenek-nenek didepan saya yang berdebat soal uang pembayaran dan juga kembaliannya. Uang beberapa puluh ribu dan pecahan lainnya juga dikeluarkan dari dalam sebuah buntalan kecil sapu tangan, hehe. Gambaran itu langsung mengingatkan saya akan kebiasaan orang jaman dahulu, ketika kebanyakan pecahan uangnya masih berupa kepingan logam, maka sangat pantas untuk di simpan dalam bentuk buntalan sapu tangan.

Nasi Punel Emperan

Lokasi Nasi Punel Emperan

Pelanggan Setia Nasi Punel

Pelanggan Setia Nasi Punel

Tanpa perlu panjang lebar lagi, silahkan dinikmati video pendek diatas yang saya sempatkan untuk merekamnya sembari menikmati maknyusnya nasi punel emperan ini. :)

*cerita lain soal aktivitas digunung akan saya posting dilain kesempatan jika sudah tidak badmod :)

Author: jeri kusumaa

Free as Freebird

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s