jejalan yuk

Miniature Effects, Lokasi : Galaxy Mall Surabaya

‘Stabilize’ Video Hasil Shooting

Leave a comment

Waktu itu saya dan seorang teman memang berencana mencoba salah satu fitur dari kamera pocket Canon S95 yang baru dibeli. Kami tertarik dengan fitur miniatur effect yang terdapat di kamera tersebut, dan berusaha untuk mencobanya langsung ke lapangan, sekalian test drive gitu. hehe.

Miniature Effects, Lokasi : Jalan Basuki Rachmat Surabaya

Miniature Effects, Lokasi : Jalan Basuki Rachmat Surabaya

Kamera ini memiliki output video dalam format *.MOV H-264. Pengambilan gambar mode miniatur effects tidak stream seperi video umumnya, tetapi gambar diambil dalam setiap beberapa detik, tergantung setting-an kita. Default-nya memang per-3 detik, tetapi terdapat beberapa opsi untuk settingan waktu yang lain. Dari beberapa kali mencoba, memang setting per 3 detik ini yang paling pas, menurut saya pribadi tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat. Mungkin lain cerita kalau Anda ingin mencoba mengambil landscape dengan tujuan menangkap pergerakan matahari (daylight movement), saya rasa timer per-3 detik akan terasa sangat amat lambat sekali. Walaupun Anda bisa juga sih mengolah kecepatannya di software video editor, tinggal mempercepat prosesnya sesuai keinginan, Voillaa… jadilah video anda.

Miniature Effects, Lokasi : Galaxy Mall Surabaya

Miniature Effects, Lokasi : Galaxy Mall Surabaya

Saya rasa cukup untuk pengenalan fitur kamera, kembali ke proses pengambilan gambar. ketika di luar ruangan alias outdor, hampir tak ada msalah sama sekali, tinggal pasang kamera ke Tripod, dan tunggu untuk beberapa menit hasil yang sempurna-pun telah jadi. Nah ketika mencoba mengambil gambar di dalam Galaxy Mall saya mulai bingung, Beberapa petugas keamanan terlihat mondar-mandir, ini menyusahkan pengambilan gambar. Maklum saja di Mall-mal umumnya memang ada peraturan yang melarang aktifitas pengambilan gambar, kecuali atas ijin. Terlebih lagi Mall yang satu itu memang terkenal sedikit strict soal aturan, saya jadi inget kejadian teman beberapa tahun yang lalu, hanya gara-gara mau masuk pake sendal jepit akhirnya dilarang untuk masuk. Sebenarnya dongkol sih waktu itu, tapi sekarang kalo diingat-ingat lagi jadi ketawa sendiri.

Masih soal ribetnya mengambil gambar di dalam Mall tersebut, pada akhirnya terpaksa harus secara sembunyi-sembunyi dan pake metode handheld. Karena kalau pake tripod akan lebih mengundang perhatian petugas keamanan. Ukuran dan bentuk kamera pocket ini memang paling enak buat mengambil Video, dengan gaya seolah-olah mengoprasikan handphone maka proses pengambilan gambar berjalan lancar, he he he.

Nah di sinilah masalah baru muncul, karena handheld maka goncangan terhadap kamera atau lebih umum disebut camera shake tidak bisa dihindarkan, walaupun sudah diminimalisir dengan bersandar ke pagar sekalipun. Goyangnya perut waktu bernafas menyumbang efek camera shake cukup signifikan. hal itu memang tak bisa dihindari, yang bisa diminimalisir saja dengan trik-trik simple, kecuali kalau tipe tangan anda adalah tipe tripod, seperti beberapa teman saya yang memang fotografer berbakat, ahaha…

Tetapi jangan khawatir, dengan berbagai metode video yang bergoncang atau shake bisa stabilkan. Kali ini saya mencoba mengurai salah satu cara untuk menstabilkan video yang shacking dengan bantuan program Adobe After Effects. Memang bukan cara yang termudah yang bisa dilakukan, tapi setidaknya ini cara paling standard tanpa bantuan plugins. Teknik yang dilakukan menggunakan bantuan Motion Tracking tools-nya Adobe After Effects.

oke step by step-nya sebagai berikut :

  1. Buka Adobe After Effects, dan import footage yang shaking tersebut, dan masukkan kedalam New Composition (Ctrl+N), pastikan durasinya sama dengan footage (video) yang di-import tadi.
  2. tips : cara paling mudah dan “New Compostition” tersebut otomatis menyesuakan dengan durasi footage, adalah dengan menarik footage tersebut ke dalam New Composition Icon dibagian bawah Project Window. Lihat gambar 1

    Gambar 1: New Composition dengan cara draging footages

    Gambar 1: New Composition dengan cara draging footages

  3. Double click layer footage pada timeline. Biasanya akan muncul Tracker Window, jika tidak maka cari di bagian ‘Window > Tracker’.
  4. Jika ‘Tracker’ sudah muncul maka klik tombol ‘Stabilize Motion’, lalu aktifkan mode Position dan Rotation, maka tracking point terdapat 2 buah. Lihat gambar 2 & 3.
  5. Gambar 2: Tracking Tools Parameter

    Gambar 2: Tracking Tools Parameter

    Gambar 3: 2 Tracking Point yang dihubungkan sebuah garis

    Gambar 3: 2 Tracking Point yang dihubungkan sebuah garis

  6. Letakkan posisi tracking point 1 dan 2 di lokasi/titik yang paling kontras pada footage
  7. tips : cari titik kontras yang selalu terlihat mulai dari frame awal hingga akhir footage, dan pastikan titik tersebut titik pada object-object yang diam.

  8. Jika sudah yakin dengan peletakan yang anda lakukan, tinggal tekan tombol dengan play forward pada bagian analize, atau play backward jika ingin meng-analize secara mundur, tergantung posisi current time indikator Anda pada timeline. Jika dalam analisa anda posisi tracking point ada yang loncat dari posisi semula, maka anda dapat menghentikan proses Analize dan geser Current Time Indikator pada timeline tepat dimana posisi tracking point tersebut meloncat. Kembalikan secara manual ke posisi yang benar dan lakukan proses analize kembali. Ulangi lagi proses tersebut jika terjadi lagi hingga proses analize komplit sampai akhir frame.
  9. tips : proses pemilihan titik tracking yang benar-benar kontras dan visibility-nya baik sejak diawal, akan meminimalisir kejadian Point Tracking meloncat posisinya. Lihat gambar 4

    Gambar 4: Pemilihan Tracking Point pada After Effects

    Gambar 4: Pemilihan Tracking Point pada After Effects

  10. Jika proses analize sudah selesai, Anda tinggal menekan tombol apply maka selesailah proses stabilize footage anda. Lihat pada layar, posisi footage Anda akan bergeser dan berotasi di stage view untuk mengadaptasi posisi tracking point agar tetap stabil.
  11. Proses selanjutnya adalah men-scale footage anda agar bagian yang terlihat berotasi dan bergeser hilang dari stage. Sebenarnya anda bisa langsung melakukan scaling pada layer footage, pilih layer tekan tombol “S” pada keyboard maka parameter scale akan keluar dibawah nama layer, anda tinggal mengaturnya besaran scaling seperlunya agar footage tercover semua bangian-bangian yang terlihat berotasi dan begeser tersebut.

tips : add new Null Object untuk membantu scaling dengan memparentkan layer footage ke Null. Null dapat di keyframeing Posisinya (tekan “P” pada keyboard) untuk menganimasikan posisi footage seperlunya. Umumnya dengan itu besaran scale dapat dikecilkan sedikit, Tujuannya meminimalkan area yang terkena croping. Lihat gambar 5, 6 & 7

Gambar 5: Proses Parenting Layer

Gambar 5: Proses Parenting Layer

Gambar 6: Scaling dengan bantuan Null Object

Gambar 6: Scaling dengan bantuan Null Object

Gambar 7: Scaling Footage

Gambar 7: Scaling Footage

Untuk sementara itu dulu Tips dan Trik mengolah video hasil jejalan dari kami. Pertanyaan atau rikues seputar tips dan trik jejalan lainnya akan berusaha saya tampilkan disini. Semoga berguna.

Author: jeri kusumaa

Free as Freebird

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s